Showing posts with label Dini's Note. Show all posts
Showing posts with label Dini's Note. Show all posts

Satu hari untuk selamanya

Leave a Comment

Selasa, 14 Agustus 2012

Sebuah kabar mengejutkan datang dari seorang teman. Ia menuliskan sebuah status yang membuat kening berkerut sebentar kemudian berubah menjadi ekspresi kaget bercampur penasaran. "Telah meninggal dunia, sahabat kita ...", begitu kutipan statusnya. Sesaat itu juga saya langsung mengkonfirmasi kebenaran kabar duka tersebut.

Ya, seorang teman SMA meninggal dunia kemarin. Kabarnya akibat serangan jantung. Betapa terkejutnya kami mendengar kabar ini, karna setau saya, semasa SMA dulu, dia tergabung dalam komunitas pencinta alam yang notabene banyak olahraganya. (masihkah orang yang rajin olahraga terkena penyakit jantung? Masih.. Kalau yg ga olahraga?-thinking-)

Read More...

Rekam Jejak 99 Cahaya di Langit Eropa - Cerita Balik

Leave a Comment

Jum’at, 17 Agustus 2012

Perasaan haru itu menyeruak begitu saja ketika saya menyelesaikan kalimat-kalimat akhir dalam  sebuah epilog yang ditulis sepenuh hati oleh penulisnya. Indah. Bermakna. Menyentuh hati. Jika ditanya alasan mengapa haru itu muncul, saya sendiri bingung untuk menjabarkannya. Mungkin kompilasi rasa. Ya, kompilasi rasa yang dihasilkan oleh ribuan kata bermakna inilah yang tanpa sadar memunculkan haru di akhir kisah.

Seorang teman beberapa kali merekomendasikan sebuah buku kepada saya dan saat itu saya hanya berkata, “Iya, nanti kapan-kapan gue baca yah..”. Ragu dengan jawaban saya yang sekedarnya, dia dengan semangat empat lima berniat meminjamkan bukunya tersebut dan saya hanya menanggapinya dengan senyum sekedarnya. Entah apa yang tertulis dalam buku itu sehingga dia begitu menginginkan saya untuk membacanya dan pertanyaan itu terjawab ketika saya menyelami setiap bagian dari buku yang tebalnya hampir empat ratus halaman itu. Terima kasih untuk rekomendasinya ya Wina :)
Read More...

Black in the moon

Leave a Comment

Jum'at, 7 September 2012

Kata orang, gelap itu menyeramkan. Oke, saya setuju dengan kata orang itu, tapi ga seratus persen setuju. Ada 50% porsi ketidaksetujuan dalam hal ini. Tanya Kenapa? Begini ceritanya..

Suatu hari, di waktu paling absurd sebulan, dimana segambreng kerjaan abstrak meronta minta di selesaikan, saya berkesempatan kabur sebentar (meski harus dibayar dengan bergadang sampai bego kemudian), untuk mengunjungi salah satu bioskop yang ada di daerah lingkar HI. Ga ada rencana sebelumnya, hanya spontanitas yang diiringi niat 3/4 saja (1/4 lainnya ingin tetap duduk manis di depan komputer), saya dan seorang teman pergi nonton sesuatu yang masih abstrak bentuknya (belum tahu mau nonton apa, pokoknya mah nonton aja, titik).

Setelah membeli tiket, kami turun sebentar untuk mencari ransum, kebetulan sudah jam makan malam. Pilihan kami adalah toko burger yang ada di lantai LG. Alasannya sederhana, cepat, hemat, dan nikmat. Maka pergilah kami ke toko burger. Karna waktu mepet, kami bungkus semua panganan dan membawanya ke gedung bioskop. Nikmatnya nonton sambil ngeburger. Slurpp.. :)
Read More...